14
Jul
11

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

 

Perusahaan masa kini sedang menghadapi persaingan terberat yang pernah dihadapi. Mereka beralih dari filosofi pemasaran, mereka dapat memenangkan persaingan. Perusahaan dapat menarik konsumen dan mengungguli pesaing mereka. Jawabannya adalah dengan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen secara lebih baik. Hanya perusahaan yang berfokus pada konsumen yang berhasil menarik konsumen, dan bukan hanya berhasil memperkenalkan produk.

Perusahaan yang berfikir bahwa mendapatkan konsumen adalah tugas bagi pemasaran/penjualan. Bagian pemasaran yang terbaik di dunia sekalipun tidak dapat menjual produk yang buruk atau yang gagal memenuhi kebutuhan setiap orang. Bagian pemasaran hanya dapat menjadi efektif pada perusahaan yang seluruh bagian dan karyawannya telah merancang serta menjalankan sistem penyampaian nilai konsumen yang lebih unggul dari pada para pesaingnya.

Dewasa ini kepuasan konsumen telah menjadi bagian integral dalam misi dan tujuan sebagian besar organisasi. Meningkatnya instensitas kompetisi global dan domestik, berubahnya preferensi dan perilaku konsumen, serta revolusi teknologi informasi merupakan sebagian diantara sekian faktor yang  mendorong organisasi bisnis dan non-bisnis untuk mengalihkan fokusnya ke arah customer oriented.

Menurut Assauri Sofyan (2009) untuk dapat bertahan perusahaan perlu merencanakan strategi pemasarannya. Hal yang mendasar dalam strategi pemasaran adalah pemahaman tentang konsep pemasaran, dimana kepuasan konsumen adalah titik sentralnya. Kepuasan terkait dengan kualitas produk atau jasa. Jadi untuk dapat bertahan dan mencapai tujuan perusahaan yang bersifat umum yaitu laba maka perusahaan perlu memperhatikan kualitas produk atau jasanya agar konsumen merasa puas.

Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon konsumen terhadap evolusi ketidaksesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan bahwa pada persaingan yang semakin ketat ini, semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan dan keinginan konsumen sehingga hal ini menyebabkan setiap badan usaha harus menempatkan orientasi pada kepuasan konsumen sebagai tujuan utama, antara lain dengan semakin banyaknya badan usaha yang menyatakan komitmen terhadap kepuasan konsumen dalam pernyataan misi. (Michael Minor : 2008)

Setiap produsen selalu berusaha agar produk yang dihasilkannya dapat mencapai tujuan dan sasaran perusahaannya. Produk yang dihasilkannya dapat terjual atau dibeli oleh konsumen akhir dengan tingkat harga yang memberikan keuntungan perusahaan jangka panjang. Melalui produk yang dapat dijualnya, perusahaan dapat menjamin kehidupannya atau menjaga kestabilan usahanya berkembang. Dalam rangka inilah setiap produsen harus memikirkan kegiatan pemasaran produknya, jauh sebelum produk ini dihasilkan sampai produk tersebut dikonsumsikan oleh si konsumen akhir.

Untuk mencapai tujuannya, setiap perusahaan mengarahkan kegiatan usahanya untuk menghasilkan produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen, sehingga dalam jangka panjang perusahaan mendapatkan keuntungan yang diharapkannya. Melalui produk yang dihasilkannya, perusahaan menciptakan dan membina langganan. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kegiatan pemasarannya dan ketepatan dalam menghasilkan produk yang berkualitas dalam memberikan kepuasan kepada konsumen

Dalam mempertahankan kualitas produksi, diperlukan ketajaman dan keahlian membaca situasi di pasaran. Dalam hal ini sebuah perusahaan harus mampu melihat sejauh mana peningkatan kualitas produk dipasaran dengan produk yang dihasilkan  perusahaannya agar tidak ketinggalan dengan produk-produk yang beredar di pasaran.

Genius advertesing merupakan sebuah perusahaan yang mempunyai 6 karyawan yang memiliki keterampilan dalam mengolah produk-produk yang dihasilkan. Perusahan ini bergerak dibidang pembuatan baliho/spanduk, undangan, cap/stempel, dan lain-lain.

Setiap bulannya Genius Advertesing mampu memproduksi baliho rata-rata 50 buah. Angka ini pun bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan pesanan para konsumen.

Genius Advertesing mempunyai cukup banyak pelanggan yang mencapai 100 orang lebih, dan itu dikarenakan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan dapat memuaskan konsumen dan letak perusahaan yang mudah dijangkau oleh konsumen sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan alamat perusahaan.

Dalam memuaskan konsumennya, Genius advertesing memberikan harga yang cukup murah dengan kualitas produk yang memuaskan. Produk-produk yang dihasilkan pun mampu bersaing dengan produk yang berada di luar sulawesi sehingga para kosumen tidak perlu lagi memesan produk-produk serupa ke luar sulawesi untuk mendapatkan kualitas yang maksimal.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas yang menjelaskan bahwa kualitas produk sangat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen, maka penulis tertarik melakukan penelitian di Genius advertesing dengan judul : “Pengaruh Kulitas Produk Baliho Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Genius Adverstesing.”

  1. B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik beberapa identifikasi masalah diantaranya sebagai berikut :

  1. Bagaimana kualitas produk baliho genius advertesing mempengaruhi keputusan konsumen
  2. Sejauh mana pengaruh kualitas produk baliho Genius Advertesing terhadap kepuasan konsumen
  3. C.    Batasan Masalah

Agar penulisan dapat lebih terarah dalam melakukan penelitian ini maka penulis membatasi masalah sebagai barikut : “hubungan kualitas produk baliho Genius Advertesing terhadap kepuasan konsumen”.

  1. D.    Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa besar pengaruh kualitas produk baliho Genius Advertesing terhadap kepuasan konsumen.

  1. E.     Tujuan Penelitan dan Kegunaan Penelitian
    1. 1.      Tujuan dari penelitian
    2. Untuk mengatahui dan menganalisis kualitas produk baliho Genius Advertesing
    3. Untuk mengetahui sejauh mana kualitas produk spanduk/baliho Genius Advertesing terhadap kepuasan konsumen

 

 

 

  1. 2.      Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian adalah :

  1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan sekaligus bahan rekomendasi kepada pihak Genius Advertesing untuk peningkatan kualitas perusahaan dalam hal ini peningkatan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen
  2. Dengan penelitian ini diharapkan peneliti dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan menambah pengalaman serta mampu menganalisis suatu masalah sehingga mampu mengambil suatu keputusan dan kesimpulan.
  3. Sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian skripsi fakultas ekonomi universitas sintuwu maroso poso dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelti yang ingin mengembangkan penelitian ini dengan menambah objek lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

  1. A.    Kajian Teoritis
  2. 1.      Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan( yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir ) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif

Definisi Pemasaran (menurut Stanton dalam Kotler;2006)adalah keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang aktual maupun yang potensial. Jasa adalah serangkaian aktivitas yang bersifat tidak berwujud yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan

  1. 2.      Kualitas

Kualitas adalah kesesuaian terhadap persyaratan, seperti jam tahan air, sepatu tajan lama, atau dokter ahli (philip B. Crosby)

Kualitas (suardi 2003:) adalah derajat atau tingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencakupi persyaratan atau keinginan.

 

 

  1. 3.      Produk

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan. Siswanto Sutojo (2005:78)

  • ada beberapa faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan dalam menyusun strategi produk mereka antara lain:
  1. Faktor pertama adalah strategi pemilihan segmen pasar yang pernah mereka tentukan sebelumnya.
  2. faktor kedua adalah pengertian tentng hakekat produk di mata pembeli.
  3. Faktor ketiga adalah strategi produk pada tingkat kombinasi produk secara individual, pada tingkat seri produk dan pada tingkat kombinasi produk secara keseluruhan.
  4. faktor keempat adalah titik berat strategi pemasaran pada tiap tahap siklus kehidupan produk.
  5. 4.      Kualitas produk

Kualitas produk mencakup batang dan jasa. Produk barang bersifat fisik, sehingga  bisa diraba, dirasa, dipegang, disimpan, dan dipindahkan. Produk jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.dengan demikian jasa hanya bisa dikonsumsi bukan untuk dimiliki. Kunci kesuksesan produk jasa terdapat pada perekrutan, kompensasi, dan pengembangan karyawannya. Ukuran kualitas dalam barang manufaktur dapat diukur dengan jumlah barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pelanggan. Sehingga jika terjadi kegagalan kualitas, biasanya pelanggan akan mengembalikan barang tersebut atau meminta perbaikan. Sebaliknya jika kegagalan kualitas terjadi diperusahaan jasa, tidak ada yang dapat dikembalikan oleh pelanggan dan biasanya pelanggan tidak cukup responsif dalam mengajukan keluhan. Reaksi pelanggan biasanya berhenti dalam menggunakan jasa perusahaan tersebut.

  1. 5.      Jasa

Jasa adalah merupakan suatu kegiatan yang memiliki beberapa unsur ketakberwujudan (intangible) yang melibatkan beberapa interaksi dengan konsumen atau dengan properti kepemilikiannnya, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan

Sifat – sifat jasa meliputi

  1. Jasa mempunyai sifat tidak berwujud (Intangibility) karna tidak bisa diindentifikasi oleh ke lima indera manusia, seperti: dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum terjadi proses transaksi pembelian.
  2. Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya (Inseparability), apakah sumber itu merupakan orang maupun mesin, disamping itu apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.
  3. Jasa dapat mudah berubah-ubah (Variability) karena jasa ini tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan dimana disajikan.
    1. Empathy, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya. Dimensi empathy ini merupakan penggabungan dari dimensi : Akses yaitu kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan perusahaan.

Komunikasi, merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukan dari pelanggan.

 

  1. B.     Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk diagram adalah sebagai berikut :

 

Hasil yang diharapkan

Kemajuan perusahaan

Kualitas produk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI  PENELITIAN

A.    Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada kantor Genius Advertesing yang berada di daerah Poso, tepatnya Jl. P. Timor depan kampus Universitas Sintuwu Maroso Poso. Penentuan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa, Genius Advertesing merupakan salah satu tempat pembuatan baliho yang banyak diminati oleh konsumen di Kabupaten Poso

Adapun waktu penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu mulai Bulan Mei sampai dengan Juli 2011

B.     Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan pengamatan langsung dilapangan mengenai objek yang diteliti

C.    Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

1.      Jenis dan sumber data

Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi :

a.       Data Primer

Data yang di peroleh melalui kegiatan pengumpulan di lapangan. Melalui wawancara langsung pada responden

b.      Data Sekunder

Data yang diperoleh dari Genius Advertesing berupa gambaran umum perusahaan, data pegawai dan sebagainya yang relevan dengan obyek penelitian.

  1. 2.      Teknik Pengumpulan Data
  2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu cara mengumpulkan informasi dengan bertanya secara bertatap muka langsung dengan responden.

  1. Kuisioner

Kuisioner adalah berupa daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data primer dari responden.

  1. Dokumen

Dokumen adalah data yang didapatkan dari Genius Advertesing

  1. D.    Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 100 orang konsumen yang menjadi pelanggan pada Genius Advertesing yang melakukan transaksi pembelian sebanyak 2 kali atau lebih. Penulis menganggap populasi dalam penelitian ini adalah homogen yang artinya semua responden (konsumen) kedudukannya di anggap sama, dan penulis menetapkan jumlah sampel sebanyak 30 orang dikarenakan pertimbangan waktu, biaya, dan tenaga.

  1. E.     Teknik Analisi Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan koesioner tipe pilihan yang berbentuk multiple choice ( pilihan ganda) dengan lima alternatif untuk masing-masing variabel. Alat ukur yang digunakan dalam pembobotan variabel adalah sebagai berikut(sugiono,2008)

 

 

  1. Jawaban a, skor : 5 = sangat setuju
  2. Jawaban b, skor : 4 = setuju
  3. Jawaban c, skor : 3 = ragu-ragu
  4. Jawaban d, skor : 2 = tidak setuju
  5. Jawaban e, skor : 1 = sangat tidak setuju

 

Dari nilai yang diperoleh atas jawaban responden, penulis membuat analisis dengan metode analisis kuantitatif yaitu menggunakan model statistik dan analisis kuantitatif.

Untuk mengukur seberapa besar hubungan kualtias produk (x) terhadap kepuasan konsumen (y) digunakan analisis korelasi “product moment” dengan korelasi sebagai berikut :

 

Dimana :

r           = koefisien korelasi

x          = kualitas produk

y          = kepuasan konsumen

setelah nilai r diperoleh, maka untuk memberi interpretasi seberapa kuat hubungan x dan y digunakan pedoman interpretasi koefisien korelasi, menurut sugiyono (1999 : 149).

 

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00-0,19

0,20-0,39

0,40-0,59

0,60-0,79

0,80-1,00

Sangat Rendah

Rendah

Sedang

Kuat

Sangat Kuat

 

Untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel x terhadap naik turunnya variabel y, maka digunakan metode Regresi Linear Sederhana sebagai berikut :

 

y = a+ bx

keterangan :

y = kepuasan

a = konstanta

b = koefisien Regresi

x = pelayanan

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.     Definisi Operasional

Untuk menyamakan persepsi dengan pembaca, penulis mengungkapkan definisi variabel yang diteliti secara operasional sebagai berikut :

  1. Kualitas adalah tingkatan atau karakteristik yang melekat pada suatu produk yang di sesuaikan dengan persyaratan atau keinginan
  2. Produk adalah sesuatu yang berwujud barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan.
  3. Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan yang dirasakan oleh kosumen setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapannya.
  1. Tangibles meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi, dan penampilan karyawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Gerson, Richard F. 2004. Mengukur Kepuasan Pelanggan. Cetakan 3. Jakarta. PPM.

Hurriyati, Ratih. 2005. Bauran Pemasaran Dan Loyalitas Konsumen. Alfabeta, Bandung

Kotler, Philip, dan Amstrong, Gary. 2001. Dasar-Dasar Pemasaran. PT. Indeks  Gramedia Group, Jakarta.

Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Edisi Millenium. PT. Prehallindo, Jakarta.

Lupiyoadi, Rambat, dan A. Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Salemba Empat, Jakarta.

Mowen, John C.;Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Erlangga, Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14
Jul
11

PEREKONOMIAN INDONESIA

Selama tiga tahun dari 2005, 2006, dan 2007 perekonomian Indonesia tumbuh cukup signifikan (rata-rata di atas 6%), menjadikan Indonesia saat ini secara ekonomi cukup dipertimbangkan oleh perekonomian dunia. Hal ini dapat dilihat dengan diundangnya Indonesia ke pertemuan kelompok 8-plus (G8plus) di Kyoto Jepang pada bulan Juli 2008 bersama beberapa negara yang disebut BRIICS (Brasil, Rusia, India, Indonesia dan South Africa). Pada tahun 2008 pendapatan per kapita Indonesia sudah meliwati US$ 2.000, bahkan pada tahun 2009, GDP Indonesia ditetapkan di atas angka 5.000 triliun Rupiah atau setara dengan US$ 555 milyar. Angka-angka ini cukup mendukung estimasi bahwa pada tahun 2015 Indonesia sudah menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia dengan GDP di atas US$ 1 triliun. Namun masih banyak hambatan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia untuk menuju kesana, misalnya; kondisi infrastruktur perekonomian (seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan listrik), tingginya angka pengangguran (kisaran 9%), tingginya inflasi yang disebabkan oleh meningkatnya harga energi dunia (sudah menyentuh 11,,%), belum optimalnya kedatangan FDI ke Indonesia, belum optimalnya peranan APBN sebagai stimulus ekonomi (belum ekspansif).

Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia.

Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yang masih muncul saat ini dijadikan fokus program ekonomi 2008-2009 yang tertuang dalam Inpres Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi yang menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) ketahanan energi, (iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN, (vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Analisis singkat atas kondisi ke-delapan bidang yang menjadi paket kebijakan ekonomi tahun 2008-2009 adalah sebagaimana berikut ini:

1.      Iklim investasi.

Realisasi investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMDN pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 159 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 34.878,7 miliar (34,88 triliun Rupiah). Sedangkan realisasi Investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMA (FDI) pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 983 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar US$. 10.349,6 juta (US$ 10,34 milyar).

Dibandingkan dengan FDI global yang selama 2007 mencapai rekor sebesar US$ 1.500 milyar dan FDI yang masuk ke Amerika Serikat sebesar US$ 193 miliar, nilai FDI yang masuk ke Indonesia masih sangat rendah yaitu 0,66% terhadap FDI dunia dan 5,18% terhadap FDI ke Amerika Serikat. Walau demikian, masuknya FDI ke Indonesia pada tahun 2007 ini jauh lebih baik dibandingkan dengan masa puncak pra krisis yaitu tahun 1996-1997 yang hanya mencapai US$ 2,98 miliar (1996) dan US$ 4,67 miliar (1997).

Menurut hemat penulis realisasi FDI ke Indonesia akan dapat lebih meningkat kalau dua faktor kunci untuk masuknya FDI dibenahi yaitu kondisi infrastruktur, dan masalah birokrasi yang bertele-tele.

2.      Kebijakan ekonomi makro dan keuangan

Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan APBN yang cukup baik yaitu dengan sedikit ekspansif walau masih sangat berhati-hati. Hal ini terlihat dari defisit RAPBN tahun 2009 sebesar Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen dari PDB (Kompas 15 Agustus 2008), walau defisit APBN masih dapat ditolerir sampai angka 3% (berdasarkan golden rule) . Pada tahun 2009 anggaran yang digunakan untuk belanja modal tercatat sebesar Rp 90,7 triliun lebih besar dari belanja barang sebesar Rp 76,4 triliun (Kompas 15 Agustus 2008). Total belanja pemerintah pada tahun 2009 meningkat menjadi sebesar Rp1.022,6 triliun yang diharapkan lebih berperan dalam menstimulus ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan di atas 6,5%. Pemerintah juga pada tahun 2009 berencana untuk memberikan empat macam insentif fiskal yaitu (i) Pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dalam jumlah dan waktu tertentu kepada investor yang merupakan industri pionir. (ii) Keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya untuk bidang usaha tertentu pada wilayah atau kawasan tertentu. (iii) Pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal atau mesin serta peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi di dalam negeri selama jangka waktu tertentu. (iv) Pemerintah mengubah perlakuan PPN atas sebagian barang kena pajak yang bersifat strategis dari yang semula ”dibebaskan” menjadi tidak dipungut atau ditanggung pemerintah

Dari sisi moneter, Bank Indonesia dengan instrument BI-rate cukup berhasil untuk mengendalikan inflasi, khususnya core inflation sejak BI rate diterapkan pada tahun 2005. Namun inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga energi dan terganggunya masalah distribusi terutama akibat naiknya harga gas, premium, solar, dan makanan (volatile food) membuat tahun 2008 ini tingkat inflasi cukup tinggi yaitu untuk Januari-Agustus 2008 tercatat 9,4 persen, dan inflasi Agustus 2007-Agustus 2008 mencapai 11,85 persen.

Menghadap hal ini BI melakukan antisipasi dengan menaikan BI rate pada bulan-bulan terakhir sampai September 2008, dan saat ini BI rate sudah mencapai 9,25%. Tingginya BI rate ini memang diharapkan dapat menekan angka inflasi namun disisi lain akan berpengaruh terhadap sektor riil karena kenaikan BI rate berakibat terhadap peningkatan tingkat bunga pinjaman di bank-bank komersial.

3.      Ketahanan energi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa harga energi dunia terus berfluktuasi dan sangat sulit untuk diprediksi. Pada tahun 2008 harga minyak dunia bahkan sudah mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 147 per barel pada 11 Juni lalu. Walau saat ini menurun pada kisaran US$ 106, bahkan hari ini tanggal 10 September 2008 harga minyak telah turun dibawah US$ 100 (detik.com). Hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional karena kita tahu bahwa ,sebagai input, naiknya harga energi akan berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan harga jual. Disamping kenaikan biaya produksi dan harga jual akan mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar internasional apalagi pada saat ini sedang terjadi penurunnya daya beli masyarakat internasional akibat inflasi yang meningkat hampir disemua negara tujuan utama ekspor Indonesia yaitu Amerika Serikat, Negara Eropa (EU), dan Asia Timur (Jepang, Korea Selatan dan China). Dalam rangka ketahanan energi ini, pemerintah melakukan diversifikasi energi dengan misalnya memproduksi bio-fuel yang merupakan pencampuran produk fosil dengan nabati (minyak kelapa sawit). Namun muncul kendala program ini karena saat ini harga komoditi yang menggunakan bahan baku kelapa sawit mengalami kenaikan yang luar biasa yaitu Crude Palm Oil (CPO). Akibatnya, produsen kelapa sawit menjadi gamang dalam menggunakan kelapa sawit apakah untuk digunakan sebagai bio energy atau untuk menghasilkan CPO yang ditujukan untuk ekspor. Beberapa pengamat mengatakan sebaiknya Indonesia lebih mengembangkan energy geothermal (panas bumi) yang cadangannya sangat berlimpah di Indonesia (terbesar di dunia) karena biaya investasi yang mahal untuk investasi energi pada geothermal ini akan di offset oleh turunnya subsidi pemerintah untuk bahan bakar minyak karena adanya peralihan penggunaan energi dari minyak ke geothermal.

4.      Kebijakan sumber daya alam, lingkungan dan pertanian

Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah baik bahan tambang, hutan, pertanian, hasil laut, dan cahaya matahari yang sepanjang tahun. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola dengan baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat (welfare). Sejauh ini Indonesia telah memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi seperti minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, timah dan lain sebagainya. Namun pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak negatif (negative externalities) terhadap lingkungan berupa penggundulan hutan penghancuran bukit-bukit yang tentunya berdampak sangat negatif terhadap kondisi lingkungan. Disisi pertanian, walau banyak kemajuan yang dicatat Indonesia masih mengimpor beras, dan produk pertanian lain seperti kedele, dan hasil perkebunan (gula). Ditargetkan pada tahun 2009, Indonesia sudah dapat berswasembada beras dan gula.

5.      Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini merupakan sektor ekonomi yang cukup tangguh terutama pada saat krisis ekonomi 1998 dimana banyak pelaku ekonomi besar bertumbangan. Beberapa program yang akan diterapkan oleh pemerintah menyangkut pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah peningkatan akses UMKM pada sumber pembiayaan dengan (i) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan akses UMKM pada sumber pembiayaan. (ii) Memperkuat sistem penjaminan kredit bagi UMKM. (iii) Mengoptimalkan pe-manfaatan dana non perbankan untuk pemberdayaan UMKM. Disamping itu akan dilakukan juga pengembangan kewirausahaan dan sumber daya manusia (SDM) dengan (i) Meningkatkan mobilitas dan kualitas SDM. (ii) Mendorong tumbuhnya kewira-usahaan yang berbasis teknologi. Hal lainnya adalah peningkatan peluang pasar produk UMKM dengan (i) Mendorong berkembangnya institusi promosi dan kreasi produk UMKM. (ii) Mendorong berkembangnya pasar tradisional dan tata hubungan dagang antar pelaku pasar yang berbasis kemitraan. (iii) Mengembangkan sistem informasi angkutan kapal untuk UMKM. (iv) Mengembangkan sinergitas pasar. Terakhir adalah reformasi regulasi dengan (i) Menyediakan insentif perpajakan untuk UMKM. (ii) Menyusun kebijakan di bidang UMKM.

6.      Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN.

Sebagai anggota penting ASEAN Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh organisasi yaitu pelaksanaan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community – AEC). Beberapa langkah ke depan adalah (i) Komitmen AEC untuk Arus Barang Secara Bebas (ii) Komitmen AEC untuk Arus Jasa
Secara Bebas (iii) Komitmen AEC untuk Arus Penanaman modal Secara Bebas (iv) Komitmen AEC untuk Arus Modal Secara Bebas (v) Komitmen AEC untuk Arus Tenaga
Kerja Terampil Secara Bebas (vi) Komitmen AEC untuk Perdagangan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (vii) Komitmen AEC untuk Menuju Kawasan Ekonomi Yang Kompetitif (viii) Sosialisasi Pelaksanaan Komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

7.      Infrastruktur.

Sebagaimana disinggung di depan, kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia berada pada titik yang nadir. Kalau pada masa orde baru, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami titik puncak, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai. Belum lagi kondisi infrastruktur yang kualitasnya menurun seiring berjalannya waktu. Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak ini tidak terlepas dari masa-masa sulit APBN kita yang sampai tahun 2004 lebih dikonsentrasikan kepada pembayaran hutang dan belanja barang dan gaji pegawai. Di tahun 2009, perlu ditingkatkannya belanja pemerintah untuk keperluan infrastruktur ini disamping menerapkan KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta) untuk membangun jalan, jembatan, pelabuhan, perlistrikan, telekomunikasi dan lain-lain.

8.      Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.

Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari jumlah angkatan kerja atau berada pada kisaran 9 juta orang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa terjadi perubahan patern perekonomian paska krisis dari usaha yang padat karya ke usaha yang lebih padat modal. Akibatnya pertumbuhan tenaga kerja yang ada sejak tahun 1998 s/d 2004 terakumulasi dalam meningkatnya angka pengangguran. Dilain sisi, pertumbuhan tingkat tenaga kerja ini tidak diikuti dengan pertumbuhan usaha (investasi) yang dapat menyerap keberadaannya. Akibatnya terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia yang pada puncaknya di tahun 2004 mencapai tingkat 10% atau sekitar 11 juta orang. Untuk menangani masalah pengangguran ini pemerintah perlu memberikan fasilitas baik fiskal, perkreditan, maupun partnership untuk menciptakan usaha yang bersifat padat karya dalam rangka menyerap kelebihan tenaga kerja yang ada.

Menyangkut masalah ketransmigrasian ada yang berubah pada penanganannya dibandingkan dengan masa orde baru. Kala itu program transmigrasi berjalan dengan sangat gencar dengan hasil yang bervariasi. Di satu daerah program transmigrasi berjalan baik tapi di daerah lain mengalami kegagalan, namun secara keseluruhan program transmigrasi berjalan lumayan. Paska krisis, program transmigrasi kelihatannya mati suri atau sudah hampir tidak lagi terdengar gaungnya. Apalagi sejak berlakunya otonomi daerah dimana kewenangan mengatur daerah diserahkan kepada pemerintah daerah, termasuk mengatur datangnya penduduk dari luar daerah.

Ringkasan

Perekonomian Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Zulkifli Prantigo

90711404122105

 

 

 

Fakultas Ekonomi

Jurusan Manajemen

Universitas Sintuwu Maroso Poso

2011

 

17
Feb
10

makalah aplikasi komputer

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkjan kehadirat ALLAH SWT, karena dengan perkenannya lah penulis dapat menyelesaikan makalah aplikasi komputer ini sebagaimana mestinya dan pada waktu yang diharapkan.

Makalah ini dibuat guna sebagai alat untuk meningkatkan minat baca kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui masalah tentang aplikasi komputer, dan dapat bersaing dengan masyarakat luar. Dengan meningkatkan wawasan terhadap IPTEK penulis mengharapkan agar pembaca dapat memahami isi dari makalah ini.

Penulis juga berterima kasih kepada seluruh elemen yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, dan juga penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan penjelasan mengenai makalah ini,sehingga dapat terselesaikan.

Namun demikian penulis menyadari keterbatasan  dalam penyusunan makalah  ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan demi penyempurnaan makalah kedepan.

Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………… 1

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………. 2

PENDAHULUAN

  • Latar Belakan…………………………………………………………………………………………… 3
  • Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………….. 3
  • Manfaat…………………………………………………………………………………………………… 4

PEMBAHASAN

  • Pengenalan Aplikasi………………………………………………………………………………….. 5
  • Instalasi Program WAB server dan aplikasi perpustakaan……………………………… 5
  • Menjalankan program aplikasi perpustakaan………………………………………………… 7
  • Penutup…………………………………………………………………………………………………… 9

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan…………………………………………………………………………………………….. 10
  • Saran……………………………………………………………………………………………………… 10

Daftar pustaka…………………………………………………………………………………………………… 11

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kebutuhan akan aplikasi komputer untuk memudahkan manusia  menjalankan pekerjaan sudah sangat perlu. Akan tetapi setiap pekerja harus mengetahui apa yang harus digunakan dalam menjalankan pekerjaan dan bagaimana cara menjalankan program tersebut. Disini penulis mengangkat satu judul makalah tentang program aplikasi perpustakaan untuk memudahkan para pekerja perpustakaan dalam menjalankan pekerjaannya.

Program aplikasi ini dibuat dengan bahasa web programming PHP, dan database MySQL, untuk menjalankan PHP dan MySQL memerlukan web server. Salah satu web server yang dapat bekerja sama dengan PHP dan MySQL dan terbukti ketangguhannya adalah APACHE. Program aplikasi ini digunakan di Perpustakaan UM, tapi khusus untuk pelatihan ini di modifikasi beberapa fiturnya untuk keperluan otomasi perpustakaan sekolah.

Untuk menjalankan program aplikasi perpustakaan yang dibuat berbasis web ini, dalam komputer harus diinstal PHP, MySQL, APACHE. Program instant yang menyediakan ketiga paket program tersebut salah satunya adalah XAMPP yang dapat dijalankan dalam sebuah PC (secara stand alone) atau dalam suatu komputer jaringan local (LAN) maupun global (internet). Dalam paket ini akan terinstal sekaligus beberapa aplikasi yaitu PHP, MySQL, Apache dan lain-lain. Langkah instalasi adalah sebagai berikut.

Dalam makalah ini dipaparkan cara instalasi XAMPP, sebuah paket program freeware yang membendel beberapa program server open source diantaranya database MySQL, Web Server Apache, Web scripting PHP, dan beberapa program lainnya.

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana cara menginstal aplikasi perpustakaan ini?
  3. Bagaimana cara menggunakan aplikasi perpustakaan ini?
  4. Sejauh mana pengguna aplikasi ini mengerti dengan program yang dijalankan dan sejauh mana pengguna dapat menguasai aplikasi perpustakaan ini.
  1. Manfaat
  2. Sebagai wacana bagi para pemabaca
  3. Agar supaya pembaca dapat mengetahui cara menginstal aplikasi perpustakaan ini dan dapat mnggunakan aplikasi ini
  4. Dapat menjadi bahan pertimbangan pihak universitas untuk lebih memajukan mutu pendidikan khususnya di universitas sintuwu maroso.

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengenalan aplikasi

Ilmu pengetahuan dan teknologi atau biasanya disingkat IPTEK, sudah sangat di perlukan dalam dunia kerja sekarang ini. Banyak tenaga pekerja sekarang yang masih kurang mampu bersaing di kanca internasional karena kurangnya kemampuan mereka tentang IPTEK.

Selain itu juga pengetahuan mengenai aplikasi yang sering digunakan dalam pekerjaan menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya ketidakpuasan dalam bekerja, dikarenakan dalam menjalankan pekerjaan sangat lamban dan tidak tepat waktu. Oleh sebab itu perlunya pengetahuan dalam menjalankan sistem aplikasi dalam melakukan pekerjaan.

Dibawah ini akan dijelaskan cara penginstalan aplikasi perpustakaan sehingga dapat memperjelas pengetahuan pembaca ataupun karyawan perpustakaan tentang aplikasi perpustakaan ini

  1. Instalasi Program Web Server dan Aplikasi Perpustakaan

Cara menginstal aplikasi perpustakaan ini sebagai berikut:\

  1. Klik dua kali file instalasi XAMPP di CD
  1. Berikutnya akan muncul cendela pilih bahasa yang digunakan, misalnya English lalu klik OK, Setelah muncul cendela Selamat Datang, klik NEXT
  1. Layar berikutnya cendela lokasi/folder penempatan instalasi XAMPP, bila sudah ada isinya hapus dan isikan C:\XAMPP dan lanjutkan klik NEXT untuk meng-ekstrak program web server.
  1. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai, selanjutnya akan ditampilkan kotak dialog untuk service server XAMPP, seperti (Apache dan MySQL) dan control panelnya, semuanya jawab YES
  1. Proses Instalasi Web Server selesai,selanjutnya proses penempatan file aplikasi yang ada dalam CD dengan nama folder/directory Library dan database buku dan anggota dengan noma folder/direktory School. Jalankan Windows explorer, penempatan file dapat di lihat sebagai berikut:
  1. Copy folder program Library dalam CD ke folder C:/XAMPP/XAMPP/htdocs
  2. Copy folder database School dalam CD ke folder c:/XAMPP/XAMPP/MySQL/DATA
  3. Proses intalasi selesai dan program aplikasi perpustakaan siap untuk dijalankan
  1. Menjalankan Pogram Aplikasi Perpustakaan

Untuk mengakses program aplikasi perpustakaan yang dibuat berbasis web ini, diperlukan web browser seperti Internet Explorer (IE), Netscape Navigator, Opera, atau web browser lainnya.

Untuk membuka web browser IE dapat kita lakukan dengan dua cara, (1) apabila pada dekstop komputer anda ada icon           klik dua kali, atau (2) kalau tidak ada pada dekstop bisa melalui start _ All Program _ Internet Explorer Setelah web browser IE terbuka, ketikkan http://localhost/library/ pada adrress bar lalu tekan enter, selanjutnya akan keluar program aplikasi seperti di bawah ini.

Gambar Tampilan yang gagal mengakses ke web server Untuk dapat masuk ke web server, maka web server harus dijalankan terlebih dahulu, caranya sebagai berikut:

  • Klik dua kali icon XAMPP yang ada di dekstop
  • Apabila tidak ada icon XAMPP di dekstop, lankahnya sebagai berikut:
    • Start_ programs _apachefrinds _ xampp _ CONTROL XAMPP SERVER PANEL
  • Setelah menu XAMPP Control Panel Aplication mucul, klik menu start untuk Apache dan MySQL.
  • Setelah web server apache dan database MySQL berjalan (Running) maka jalankan aplikasi dengan mengetikkan http://localhost/library/ pada url web browser, misalnya \IE. Maka akan ditanpilkan seperti gambar di bawah ini:

Dari tampilan gambar di atas terlihat database buku masih kosong belum ada datanya, kita perlu untuk mengisi data buku terlebih dahulu, dengan berbekal dari materi pelatihan katalogisasi sebelumnya, sekarang waktunya untuk praktek input data buku.

  1. Penutup

Program Aplikasi Perpustakaan ini bersifat open source, dapat dikembangkan lagi apabila dirasa ada yang kurang dengan kebutuhan pada masing-masing perpustakaan sekolah. Fasilitas yang ada pada program ini yaitu, pengolahan bahan pustaka buku, pengolahan data anggota, dan katalog terpasang atau OPAC (Online Public Accsess Catalog).

Setelah menginstal semua program yang telah dipaparkan di atas, komputer yang terinstal secara otomatis dapat berlaku sebagai server, apabila disambungkan dengan salah satu kabel yang ada di dalam jaringan lokal, dapat dipanggil atau diakses dari komputer lain yang ada di jaringan lokal (intranet) atau jaringan global (internet). Dengan paparan tentang proses instalasi web server, pengisian database buku, serta pengenalan fasilitas lainnya, diharapkan para peserta diklat dapat mempraktekkan apa yang diperoleh dan selanjutnya dapat mempraktekkannya di tempat kerja masing-masing.

Apabila ada kendala di tempat masing-masing, kami dari pihak UPT Perpustakaan UM siap membantu dan dapat menjalin kerjasama apabila diiperlukan dalam pengembangan berikutnya. Pustakawan Perpustakaan UM Oct-09: Program Aplikasi Perpustakaan Page: 5

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwasanya pengetahuan tentang aplikasi komputer yang selalu kita jalankan perlu adanya pengetahuan khusus, agar supaya dalam menjalankan pekerjaan kita bisa loyal dan konsen tanpa harus terganggu dengan berbagai macam kesulitan yang di temukan dalam aplikasi yang kita jalankan.

  1. Saran

Sebagai masyarakat yang sadar  kebutuhan akan pengetahuan dan teknologi maka alangkah baikya kita bisa memberikan sedikit pengetahuan kita kepada masyarakat yang belum mengetahui tentang penggunaan aplikasi komputer guna terciptanya SDM yang berguna bagi bangsa dan Negara.

Penulispun mengharapkan saran yang membangun dari semua pihak, agar dapat membuat perbaikan dalam penulisan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arif, Ikhwan. 2003. Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan.

http://aurajogja.wordpress.com/2006/07/11/otomasi-perpustakaan/ diakses tanggal

27 April 2006 .

Musruri, Anis dan Zulaika, Sri Rohyanti (Ed.). 2006. Coursepack on School/Teacher

Librarianship (Kumpulan Artikel tentang Perpustakaan Sekolah/ Guru Pustakawan). Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi-Fakultas Adab-Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nur, Hassan. 2007. Otomasi Perpustakaan.   http://librarycorner.org/2007/02/28/otomasiperpustakaan/ diakses tanggal 11 Januari

2008.

Pendit, Putu Laxman. 2005. Perpustakaan Digital. Depok: Perpustakaan Universitas Indonesia.

Purwono. 2008. Otomasi Perpustakaan: Pengenalan Otomasi Perpustakaan

http://maspurwono.multiply.com/journal/item/9/OTOMASI_PERPUSTAKAAN

diakses tanggal 12 Pebruari 2008. Supriyanto, Wahyu. 2007. Teknologi Informasi Perpustakaan: Strategi perencanaan perpustakaan Digital. Yogyakarta: Kanisius.

Wahono, Romi Satrio .2006. Teknologi Informasi untuk Perpustakaan: Perpustakaan

Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan.. http://118.98.171.131/webs/websites/ilmu%20Komputer/ilmukomputer.com/2006

/09/15/teknologi-informasi-untuk-perpustakaan-perpustakaan digital-dan-sistemotomasi- perpustakaan/index.html diakses tanggal 18 November 2006

17
Feb
10

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkjan kehadirat ALLAH SWT, karena dengan perkenannya lah penulis dapat menyelesaikan makalah Sumber Daya manusia (SDM) ini sebagaimana mestinya dan pada waktu yang diharapkan.

Penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh elemen yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, dan juga penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan penjelasan mengenai makalah ini,sehingga dapat terselesaikan.

Namun demikian penulis menyadari keterbatasan  dalam penyusunan makalah  ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan demi penyempurnaan makalah kedepan.

Daftar Isi

Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………………….. 1

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………… 2

BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang………………………………………………………………………………………………………. 3
  • Identifikasi masalah……………………………………………………………………………………………….. 4
  • Rumusan masalah…………………………………………………………………………………………………. 4
  • Tujuan………………………………………………………………………………………………………………… 4

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pentingnya Pendidikan Di Universitas……………………………………………………………………….. 5
  2. Pendidikan Unsimar………………………………………………………………………………………………. 5
  3. Kekurangan di Unsimar…………………………………………………………………………………………… 6
  4. Solusi  untuk kemajuan Unsimar kedepan………………………………………………………………….. 7

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………….. 9
  2. Saran………………………………………………………………………………………………………………….. 9

Daftar pustaka……………………………………………………………………………………………………………. 10

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

GKM adalah suatu sistim dalam manajemen usaha yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan mutu , dalam rangka meningkatkan daya-saing yang dihasilkan. Sistim ini dilaksanakan melalui pemasyarakatan cara pandang, cara analisa dan diagnosa dan solusi sesuatu masalah (inefisiensi, produktivitas rendah dan rendahnya mutu pekerjaan/produk) di lingkungan kerja seluruh jajaran SDM perusahaan, sehingga dapat membentuk kebiasaan (habit) yang diterapkan dalam etos kerja dan budaya produksi kompetitif.

Kaitannya dengan Pendidikan, GKM merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Karena GKM bisa menjadi acuan dalam peningkatan mutu suatu pendidikan. Dalam menempuh dan mempelajari ilmu dibutuhkan kemauan yang keras.  Namun semua itu tak lepas dari individu masing-masing. Banyak tempat-tempat pendidikan yang bisa kita temukan di Indonesia khusunya di kabupaten poso.

Seperti halnya di Universitas sintuwu maroso yang didirakan pada tanggal 15 September 1987, yang pada awalnya mempunyai 3 Fakultas dengan 5 jurusan, dan sekarng berkembang menjadi 6 fakultas dengan 8 jurusan di dalamnya, sudah banyak memberikan kontribusi kepada siswa-siswi lulusan SMA atau sederajat dimana UNSIMAR memfasilitasi siswa-siswa tersebut untuk bisa melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang  yang lebih tinggi.

Dan dapat dilihat juga sudah banyaknya lulusan-lulusan UNSIMAR yang telah bekerja dan diterima di kantor-kantor pemerintahan dan instansi swasta sehingga pemerintah daerah tidak perlu lagi mencari tenaga kerja diluar dikarenakan tenaga lulusan UNSIMAR yang sangat berkompten, dan semua itu tidak lepas dari peran tenaga pengjar dan Dosen yang telah mendidik mahasiswanya sehingga menjadi sumber daya manusia ( SDM )yang dapat diandalkan.

Namun terkait dengan itu semua, perkembangan jaman dan moderenisasi pengetahuan tidak bisa kita hindari. Perekrutan tenaga kerja yang ahli dibidangnya dan yang berpengalaman sangat mempengaruhi tingkat SDM di dunia khususnya di Indonesia tepatnya di Poso.

Oleh sebab itu penulis mengharapkan perbaikan infrastruktur di bidang pendidikan khususnya di Universitas Sintuwu maroso agar supaya dapat memperbaiki fasilitas-fasilitas penunjang majunya mutu dan kualitas mahasiswa agar tercipta sumber daya manusia (SDM) yang handal khususnya dari kabupaten  Poso.

Terlepas dari itu semua penulis mengajak kita bersama-sama agar supaya ikut serta dalam peningkatan pendidikan di wilayah kita khususnya di kabupaten Poso, agar supaya tenaga kerja atau SDM yang di hasilkan dari perguruan tinggi di daerah tersebut (UNSIMAR) bisa dipakai atau di akaui dikalangan regional nasional maupun internasioanal.

  1. Identifiksi Masalah

Identifikasi masalah dari makalah ini adalah :

  1. Bagaimana mahasiswa dapat mengambangkan mutu dan pengetahuan individu
  2. Bagaimana UNSIMAR memperbaiki infrastruktur pendidikan
  3. Sejauh mana UNSIMAR dapat memperbaiki infrastruktur demi pengembangkan mutu mahasiswa
  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah “sejauh mana UNSIMAR dapat mengembangkan mutu mahasiswa dengan melakukan perbaikan infrasstruktur di dalamnya”

  1. Tujuan
  2. Untuk mengetahui sejauh mana mutu mahasiswa Unsimar
  3. Untuk mengathui sejauh mana UNSIMAR memperbaiki infrastruktur pendidikannya
  4. Untuk mengetahui  sejauh mana UNSIMAR memperbaiki infrastruktur demi pengembangan mutu mahasiswa

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pentingnya pendidikan di Universitas

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting  dalam kehidupan manusia, dimana pendidikan merupakan modal bagi seseorang untuk menjalani hidupnya, karena dalam sebuah pendidikan ada pengetahuan yang membuat kita menjadi manusia yang berguna bagi manusia yang lain.

Pada jaman dulu untuk mendapatkan pendidikan sangatlah sulit, dikarenakan mahalnya biaya pendidikan dan ketakutan para petinggi-petinggi negara yang merasa tersaingi apabila semua orang menjadi pintar. namun saat sekarang ini pendidikan sudah mudah didapatkan bahkan untuk menempuhkan pendidikan dari SD sampai SMP sudah ada program pemerintah yang membebaskan biaya pendidikan (gratis).

Setelah menempuh pendidikan di SMA ada lagi jenjang selanjutnya untuk kita lebih meningkatkan pengetahuan kita yaitu di tingkat Universitas. Di Universitas kita dapat mengembangkan pengetahuan kita lebih tinggi di bandingkan di tingkat SMA. Di Universitas juga kita bisa mendapat gelar yang nantinya akan membuat derajat kita lebih naik dari sebelumnya dengan mendapatkan title sarjana.

  1. Pendidikan UNSIMAR

Di universitas sintuwu maroso atau biasanya yang sering kita dengar dengan nama UNSIMAR telah menjadi universitas pertama di kabupaten poso yang telah banyak memfasilitasi para siswa-siswi untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat universitas. Di unsimar itu sendiri yang berdiri sejak tanggal 15 september 1987 pertama kali membuka 3 fakultas dengan 5 jurusan yaitu fakultas ekonomi dengan jurusan manajement dan ilmu ekonomi pembangunan, fakultas pertanian dengan jurusan budidaya pertanian dan peternakan dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dengan jurusannya biologi dan jurusan Bahasa inggris. Namun pada saat ini telah ditambah lagi 3 fakultas yaitu teknik, fakultas hukum, dan fakultas ilmu administrasi negara.

Mutu pendidikan di UNSIMAR sudah sangat baik karena banyak lulusan-lulusan unismar yang telah bekerja dan di terima di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Tenaga pengajarpun sangat berpengalaman, banyak dosen-dosen pengajarnya yang bergelar S1 bahkan sampai S2 dan S3.

Fasilitas penunjang pendidikannya pun sudah lumayan baik dengan adanya laboratorium komputer sebagai pendukung dalam mempelajari ilmu komputer, adanya laboratorium biologi yang digunakan sebagai tempat penelitian untuk mahasiswa fakultas biologi, laboratorium bahasa yang digunakan oleh mahasiswa fakultas bahasa inggris, perpustakaan, warnet, laboratorium teknik yang digunakan fakultas teknik. Dan fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan.

Sebagai satu-satunya universitas di kabupaten Poso, unsimar juga menyediakan layanan Blog sebagai media informasi mengenai Unsimar yang dapat dilihat di media elektronik atau internet. Layanan-layanan administrasipun sudah cukup baik walaupun masih ada kekurangan-kekurangan di dalamnya namun mudah-mudahan dapat di perbaiki.

  1. Kekurangan di UNSIMAR

Setelah kita mengetahui UNSIMAR itu seperti apa, kita juga perlu melihat kekurangan-kekurangan yang terjadi di universitas ini guna sebagai peningkatan mutu belajar dan mutu pengetahuan dan intelektual mahasiswa kedepannya.

Belakang ini banyak kelalaian atau kekurangan yang dimiliki unsimar dan itupun tidak lepas dari peran pemimpin yayasan tersebut dalam hal ini adalah rektor unsimar poso. Berkaitan dengan proses belajar mengajar di unsimar peran dosen pengajar pun tidak lepas dari tanggung jawab untuk menjadikan unsimar sebagai universitas yang handal dengan menciptakan SDM yang bermutu, namun hal itu sekarang sudah sangat jauh dari harapan.

Adapun kekurangan-kekurangan UNSIMAR akhir-akhir ini  yaitu :

  1. Kurangnya kemauan tenaga pengajar dalam hal ini dosen untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada mahasiswa terkait dengan pelajaran atau mata kuliah yang diberikan.
  2. Kurang disiplinnya dosen dalam mengambil  jadwal perkuliahan dikarenakan banyak dosen yang mementingkan pekerjaannya sebagai pegawai negeri atau swasta, sehingga sering terjadi miskomunikasi antara dosen dan mahasiswa yang mengakibatkan perselisiahan antara dosen dan mahasiswa dan bahkan mengurangi minat bealajar mahasiswa itu sendiri dikarenakan disiplin waktu.
  3. Kelebihan mahasiswa yang menjadikan banyaknya mahasiswa yang biasanya berkuliah diluar wilayah unsimar atau di tempat lain seperti sekolah-sekolah dan rumah. Ini dapat mengakibatkan penilaian masyarakat luar bahwasanya unsimar tidak mampu lagi memenej mahasiswanya dan akan berdampak pada unsimar itu sendiri.
  4. Adminstrasi yang kurang ketat mengakibatkan dengan mudahnya mahasiswa untuk berpindah fakultas sehingga menjadi bahan permainan untuk mahasiswa dalam melakukan perpindahan fakultas semaunya.
  5. Pemanfaatan fasilitas kampus yang kurang baik sehingga peningkatan kualitas mahasiswa menjadi kurang, yaitu misalnya :
    1. pemanfaatan warnet untuk mahasiswa yang sudah tak dihiraukan oleh pihak unversitas dalam hal ini penggunaan warnetn sebagai media belajar sudah tak lagi bisa diguanakan oleh mahasiswa.
    2. Perpustakaan yang sudah kadarluarsa dikarenakan buku-buku yang ada diperpuastakaan tersebut sudah jauh ketinggalan dengan yang digunakan halayak mahasiswa sekarang
    3. Banyaknya mahasiswa yang belajar dalam satu ruang kuliah sehingga efesiensi belajar untuk memahami ilmu yang diberikan sudah tak efisien lagi, bahkan banyak mahasiswa yang hanya bermain pada saat perkuliahan berlangsung.
    4. Ruang kuliah yang tidak singkron dengan jumlah mahasiswa sehingga mengkibatkan perkuliahan terjadi diluar kampus.
    5. Kurangnya perhatian kepada pengurus organisasi di dalam kampus yang mengakibatkan kurangnya minat mahasiswa menjadi pengurus organisasi kampus.
    6. Dan hal-hal lainnya yang saya rasa masih banyak kekurangannya pada saat sekarang ini.
  1. Solusi untuk kemjuan unsimar kedepan

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk kemajuan unsimar kedepan, diantaranya perbaikan dari diri kita sendiri dan fasilitas-fasilitas yang ada di unsimar sendiri. Dan perlunya perhatian lebih dari pihak rektorat untuk memperbaiki itu demi kemajuan unsimar kedepan.

Adapun hal-hal yang ditawarkan adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan penjelasan kepada tenaga pengajar atau dosen dalam hal ini peran pihak rektorat sangat penting agar supaya dalam melakukan proses belajar tidak monoton bisa menjelaskan inti permasalahan perkuliahan  dn dapat beriteraksi dengan baik kepada mahasiswa dengan cara mengganti dosen yang tidak berkualitas.
  2. Memberhentikan dan mengganti dosen yang tidak disiplin dalam hal waktu perkuliahan, karena akan sangat mempengaruhi minat belajar mahasiswa, misalnya : dosen tidak tetap atau dosen terbang yang lebih mementingkan pekerjaannya dibandingkan mengajar mahasiswa yang sangat membutuhkan ilmu pengetahuan
  3. Kiranya dapat memenej mahsiswa yang baru masuk agar tidak melebihi kuota yang ada, sehingga tidak terjadi perkuliahan di luar kampus karena kekurangan ruang kuliah yang mengalkibatkan ketidak efisienannya dalam perkuliahan.
  4. Membangun ruangan kuliah untuk mahasiswa baru nanti agar tidak terjadi lagi perkuliahan diluar kampus.
  5. Mengetatkan administrasi agar tidak terjadi lagi perpindahan fakultas yang dijadikan ajang permainan bagi mahasiswa itu sendiri.
  6. Memberikan mahasiswa keleluasan untuk menggunakan fasilitas dalam proses belajar dan mengembangkan intelektual mahasiswa itu sendiri misalnya dalam hal penggunaan internet secara gratis, perbaruan buku-buku perpustakaan demi  peningkatan pengetahuan, pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, mendukung kegiatan mahasiswa keluar daerah sebagai bahan perbandingan mahasiswa demi kemajuan dan pengembangan pengetahuan dan mutu mahasiswa.

Itulah beberapa solusi yang kiranya bisa dijadikan sebagai acuan dan pertimbangan kepada pihak rektorat demi kamajuan kampus dan pengembangan mutu dan kualitas mahasiswa itu sendiri. Namun dalam hal ini mahasiswapun perlu adanya improfisasi diri sehingga bisa melakukan hal-hal yang bisa membuat mahasiswa menjadi SDM yang berkualitas dan dapat diterima dimana saja.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Dalam makalah ini penulis dapat menarik kesimpulan bahwasanya pendidikan sangat penting di dalam kehidupan manusia, dikarenakan pendidikan dan pengetahuan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan. Dan juga kelengkapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penunjang SDM yang berkualitas dan bermutu tanpa melupakan faktor yang berasal dari diri sendiri.

  1. Saran

Sebagai manusia yang sadar akan pendidikan maka dari itu kita perlu menumbuhkan rasa kesadaran akan pendidikan dan pengetahuan terhadap masyarakat dengan banyak membaca buku dan terus belajar agar supaya masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kabupaten Poso dapat menjadi SDM yang berkualitas dan dapat diandalkan.

Daftar Pustaka

http:www.unsimar.ac.id

buku panduan masuk UNSIMAR

17
Feb
10

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Desember 2016
S S R K J S M
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031